Amnesty International: Stigmatisasi “Islam Radikal” di Prancis Harus Diakhiri

Paris, mediadakwah.id – Mayoritas majelis tinggi Prancis menyepakati Rancangan Undang-Undang yang mempertegas penghormatan terhadap ’Republican values’ atau “prinsip-prinsip Republik”, dengan suara mayoritas senator yang mendukung “larangan di ruang publik dari setiap tanda keagamaan yang mencolok oleh anak di bawah umur, dan pakaian apa pun yang akan menandakan sebuah inferiorisasi wanita atas pria.”

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan, peraturan baru tersebut akan semakin membuka jalan bagi kebijakan diskriminatif terhadap minoritas Muslim di negara tersebut.

“Undang-undang yang diusulkan ini akan menjadi serangan serius terhadap hak dan kebebasan di Prancis,” ujar peneliti Eropa Amnesty International Marco Perolini dalam sebuah pernyataan, dikutip 5 Pillars.

“Berkali-kali kami telah melihat pihak berwenang Prancis menggunakan konsep ‘radikalisasi’ atau ‘Islam radikal’ yang tidak jelas untuk membenarkan penerapan tindakan tanpa dasar yang valid, yang berisiko mengarah pada diskriminasi dalam penerapannya terhadap Muslim dan kelompok minoritas lainnya,” sambung Perolini, menambahkan bahwa “stigmatisasi ini harus diakhiri”.

Red: Jaka Setiawan
Sumber: 5 Pillars

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here