Baca Saran dr. Tirta Sebelum Santap Gorengan untuk Berbuka Puasa

Ilustrasi gorengan. (Foto: Klik Dokter)

Jakarta, Mediadakwah.id – Berbuka puasa atau iftar dengan kudapan gorengan memang sudah menjadi kebiasaan umum bagi umat Islam di Indonesia. Namun pertanyaannya apakah mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa itu baik dari sisi kesehatan?

Menurut pakar gizi Universitas Hassanudin, dr. Trita Prawita Sari, tidak ada hal baik dalam gorengan dan tidak ada waktu terbaik untuk mengonsumsi gorengan. Sehingga dia menyarankan kita untuk tidak berbuka dengan menyantap gorengan.

“Sebaiknya kurangi makan gorengan seminimal mungkin,” kata dr. Tirta dikutip dari Antara, Senin (26/4/2021).

Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi itu melanjutkan, apabila kita memang sangat ingin mengonsumsi gorengan maka sebisa mungkin membatasinya pada saat berbuka.

Selain itu, gorengan yang kita konsumsi pun sebaiknya dipilih berdasarkan metode memasaknya seperti digoreng dengan menggunakan airfryer, mengukus, memanggang, atau membuat sup.

“Daripada gorengan, lebih baik mengonsumsi kurma atau buah-buahan untuk berbuka puasa,” katanya.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta itu menjelaskan, mengonsumsi buah potong dan tiga butir kurma adalah cara yang terbaik dilakukan saat berbuka puasa.

Dia menerangkan, buah potong ataupun kurma bisa juga dicampurkan dengan oat. Namun menurutnya semakin sederhana cara pengolahannya maka semakin baik karena terhindar dari penambahan kalori.

“Yang terpenting pastikan kebutuhan zat gizi harian terpenuhi pada waktu sahur dan berbuka,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here