Cari Ilmu Bukan Sekadar Membaca Tapi Juga Harus Bertujuan Mengenal Allah

Menurut Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini, mencari ilmu harus bertujuan untuk mengenal Allah. (Foto: Media Dakwah)

Jakarta, Mediadakwah.id – Umat Islam tidak cukup sekadar membaca dalam setiap proses mencari ilmu, tetapi juga harus berupaya mengenal siapa Tuhannya. Menurut Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini, jika sekadar membaca maka akan membuat seseorang menjadi tersesat.

Membaca, kata Dr. Adian, sekadar membaca memang akan membuat seseorang menjadi pintar namun perilakunya akan lebih rendah daripada binatang sebab dia tidak menggunakan akal untuk mengenal Tuhannya.

“Jika tidak mengenal Tuhannya, maka hidup dia hanya akan berputar-putar di lingkaran syahwatnya,” kata Dr. Adian dalam Kajian Zuhur bertema Al-Qur’an Menjawab Serangan Orientalis dan Kaum Liberal yang disiarkan secara langsung Radio Media Dakwah dari Masjid Al Furqon, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Dr. Adian menjelasan, orang-orang yang tersesat di pusaran syahwatnya makan tidak akan mampu membedakan mana yang benar dan salah. Sebab Allah telah menutup hati dan pendengarannya, serta memejamkan penglihatannya. “Dia tidak akan lagi bisa mendengarkan nasihat dan melihat kebenaran,” ujarnya.

Makanya, ujar Dr. Adian, umat Islam mesti berusaha untuk mengenal Tuhannya dengan cara mempelajari Al-Qur’an secara benar agar tidak tersesat di jalan yang salah. Selain itu juga agar terhindar dari berbagai upaya penghancuran agama Islam seperti yang dilakukan oleh para orientalis.

Quran  surah warobbukal aqrom memberikan gambaran Islam yang mulia kepada bangsa Arab yaitu konsep keesaan Allah SWT. Kemudian ayat berikutnya menjelaskan bahwa Allah yang mengajarkan manusia dari apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Inilah yang mengubah cara berpikir bangsa Arab pada masa dulu.

Makanya jika kita mencari ilmu bukan sekadar membaca tetapi juga harus mengenal siapa Tuhannya. Jika hanya membaca memang dia menjadi pintar tetapi nanti kelakuannya seperti binatang karena tidak mengenal Tuhannya. Bahkan mereka lebih rendah dan sesat daripada binatang.

Menurut Dr. Adian, jika umat Islam mempelajari Al-Qur’an secara benar maka akan menemukan jawaban-jawaban dari berbagai upaya penyesatan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki misi untuk menghancurkan kaum Muslimin.

“Dulu ada nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab yang tidak suka dengan diturunkannya Al-Qur’an dan berusaha membuat Surah Al-Fiil tandingan. Memang kehadiran Al-Qur’an itu salah satu fungsinya untuk mengoreksi ajaran-ajaran menyimpang,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here