Dakwah Harus Mulai Memanfaatkan Revolusi Industri 4.0 dan Kecerdasan Buatan

Ilustrasi. (Foto: Faktualnews)

Jakarta, Mediadakwah.id – Perkembangan revolusi industri 4.0 yang semakin pesat mesti dimanfaatkan umat Islam dalam mensyiarkan dakwah, mempermudah masyarakat dalam mencari solusi keagamaan, dan teman keseharian yang menguntungkan.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Haji Ahmad Zubaidi mengatakan, umat Islam harus mengambil peran dalam perkembangan revolusi industri 4.0 yang salah satunya mencakup teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Umat Islam jangan hanya menjadi sasaran kecerdasan buatan atau AI. Terlebih AI untuk kepentingan yang merugikan umat Islam,” kata Kiai Zubaidi dalam diskusi kelompok terarah ‘Kaitan Artificial Intelligence dengan Dakwah Islam’ dikutip dari laman mui.or.id, Jumat 5 Maret 2021.

Dia melanjutkan, AI memiliki kaitan yang erat dengan dunia dakwah sebab sebagai teknologi ia bebas nilai alias tergantung siapa yang memanfaatkannya yang berdasarkan pada kumpulan data besar (big data).

Kemudian, berangkat dari kumpulan-kumpulan data besar itulah kecerdasan buatan bisa mengambil keputusan sebagaimana layaknya manusia. Bahkan saat ini mesin berbasis AI sudah dapat mengalahkan manusia dalam beberapa hal.

“Untuk itu kegiatan dakwah Islam harus mulai memperhatikan AI. Dengan AI seorang dai dapat mengenali karakter mad’unya atau objek dakwahnya,” ujarnya.

Sementara Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Kiai Haji Muhammad Cholil Nafis mengatakan, sudah saatnya para dai mengetahui dan bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan modern termasuk AI.

“Sehingga, para dai dapat menanggulangi dampak negatif AI sekaligus memanfaatkan kecerdasan buatan tersebut untuk membuat strategi dakwah yang efektif,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here