Faidah Menghabiskan Makanan

Ilustrasi makanan. (Foto: Cosmopolitan Indonesia)

Jakarta, Mediadakwah.id – Pernah dengar ungkapan kalimat yang sering dilontarkan orang tua zaman dahulu ketika memberi makan anak-anaknya, yaitu “Awas nasinya nanti nangis, lho!”.

Mungkin sebagian besar di antara kita terutama generasi 1990an sering mendengar ucapan orang tua itu dan bahkan masih mengingatkan sampai sekarang, lalu dilanjutkan saat sedang memberi makan anak sendiri.

Mungkin ungkapan kalimat itu tidak ada salahnya diucapkan karena orang tua ingin anak menghabiskan makanan yang diberikan dan supaya tidak menyia-nyiakan rezeki dari Allah.

Rupanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memang mengajarkan umat Islam untuk membersihkan sisa makanannya. Maksudnya jangan sampai makanan yang kita santap bersisa di piring atau alas sejenis lainnya.

Dikutip dari buku ‘Amalan Sunah Sehari-hari Rasulullah’ karya Abdullah bin Hamud Al-Furaih, apabila kita makan, maka jangan sampai menyisakan butiran-butiran nasi atau remahan-remahan lauk di pinggiran piring.

Kita disunahkan untuk mengusap nasi/lauk yang tersisa di sisi-sisi tempat makan dan memakannya sampai habis. Sebab bisa jadi keberkahan itu berada dalam makanan yang tersisa itu.

Dalilnya atsar (perkataan) dari Anas radhiyallahu’anhu dia berkata, “Dan beliau (Nabi shallallahu’alaihi wasallam) menyuruh kami untuk mengusap sisa-sisa makanan yang ada pada qash’ah (mangkuk ceper yang besar).” (HR Muslim 2034)

Menurut Syaikh Utsaimin rahimahullah, maksud Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam agar kita mengusapkan wadah makanan adalah mengumpulkan makanan yang masih menempel padanya dengan menggunakan jari-jemari dan menjilatinya.

Ini, menurut beliau rahimahullah, adalah bentuk sunah yang sayangnya sering dilalaikan oleh kebanyakan orang bahkan para penuntut ilmu sekalipun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here