Gara-gara Ketinggalan Kereta, Muslim Pesepak Bola Ini Malah Ditraktir Kari Ayam

N'Golo Kante saat bersantai di rumah teman-teman barunya. (Foto: Twitter Badlur Rahman Jalil)

Jakarta, Mediadakwah.id – Chelsea baru saja memenangkan laga atas Cardiff dengan skor 4-1 pada pertandingan Liga Premier Inggris di Stadion Stamford Bridge, Sabtu 15 September 2018 yang lalu.

Setelah mengalahkan tamunya, Chelsea pun harus melanjutkan perjalanan menuju Kota Thessaloniki, Yunani, untuk menghadapi PAOK Salonika pada kompetisi Liga Europa pada Kamis 20 September 2018.

Perjalanan jauh tersebut dilakukan Chelsea dengan menumpaki kereta Eurostar yang titik keberangkatannya dari Stasiun Pancras. Namun ada satu pemain yang tidak ikut serta dalam rombongan itu.

Dia adalah N’Golo Kante, gelandang jangkar Chelsea yang sangat diandalkan lini tengah The Blues pada saat itu. Pemain tim nasional Prancis itu ketinggalan kereta Eurostar dan membuatnya harus menyusul rekan-rekan satu tim yang lain.

Sadar dirinya tertinggal kereta, Kante langsung membuka aplikasi Google Maps. Dia pun mengetik kata ‘masjid’ agar dirinya bisa menunaikan salat berjemaah.

Setelah pencairannya membuahkan hasil, Kante pun segera menuju ke masjid terdekat itu untuk menegakkan salat bersama kaum Muslimin yang lainnya.

Rupanya kehadiran Kante di tengah-tengah jemaah salat lainnya diketahui oleh Badlur Rahman Jalil, yang hadir pada waktu Isya itu dan seorang fans Arsenal.

Dia pun memberanikan diri untuk mengajak Kante mampir ke rumahnya barang sejenak. Tak disangka, permintaan Jalil pun dipenuhi oleh Kante layaknya tetangga yang sudah kenal lama.

“Saya pergi ke masjid pada hari Sabtu malam untuk salat berjemaah. Agama Islam mengajarkan kami untuk mengundang tamu bersantap malam, jadi saya bertanya apakah dia bersedia,” kata Jalil dikutip dari BBC.com, Rabu 3 Maret 2021.

Di rumah Jalil, Kante disuguhi makanan kari ayam karena Kante sedang menjalankan diet protein. Kante juga sempat menghabiskan waktu dengan bermain FIFA serta menonton pertandingan sepak bola bersama keluarga dan juga teman-teman Jalil yang lain.

“Saat bermain FIFA dia mengalahkan kami semua. Itu adalah malam yang menyenangkan,” ungkap Jalil yang sempat mengunggah peristiwa tak terlupakan ini ke media sosial Twitter.

Salah seorang teman Jalil pada malam itu yang bernama Jahrul juga turut membagikan ceritanya di media sosial Twitter melalui akun miliknya @jahrul999.

Menurutnya, Kante lebih dari sekadar pemain sepak bola. Selain itu, sebagai seorang Muslim, Kante dinilai sebagai teladan yang hebat bagi mereka yang menghabiskan malam bersamanya pada saat itu.

Di saat para pesepak bola yang lain akan merasa keberatan jika dimintai foto bersama, maka menurut Jahrul sosok Kante adalah orang yang sangat senang berfoto bersama orang-orang dengan memberikan senyuman yang paling tulus.

“Dia contoh dari seorang manusia yang baik. Kante adalah orang yang rendah hati. Dia tidak berpikir berada di level yang berbeda dengan kita,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here