Hilangnya Nama Kiai Hasyim Asya’ari dari Kamus Sejarah Indonesia Dinilai Lecehkan Santri

Sosok Kiai Haji Hasyim Asy'ari tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: PWNU Sumatera Utara)

Surabaya, Mediadakwah.id – Kontroversi hilangnya nama Kiai Haji Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia (KSI) jilid I membuat sejumlah pihak angkat bicara, salah satunya DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur.

Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah mengatakan, pihaknya meminta Mendikbud Nadiem Makarim untuk meminta maaf dan menarik seluruh kamus tersebut dari peredarannya.

“Ini sama dengan pelecehan kepada santri dan Nahdlatul Ulama karena secara tidak langsung menghilangkan rekam jejak santri dalam perjuangan kemerdekaan,” kata Anik dikutip dari lama Inews.id, Selasa (20/4/2021).

Anik melanjutkan, DPW PKB Jatim juga menyayangkan tidak adanya ulasan tentang Presiden Republik Indonesia ke-4, Kiai Haji Abdurrahman Wahid di KSI jilid II. Padahal sejumlah tokoh lain yang kontroversial justru ada.

Dia mengingatkan, tidak akan ada resolusi jihad yang menjadi embrio perlawanan terhadap penjajah Belanda tanpa peran serta Kiai Haji Hasyim Asy’ari yang menggerakkan para santrinya kala itu.

Selain itu, takkan pula lahir peristiwa pertempuran 10 November 1945 yang histrorik di Surabaya tanpa adanya resolusi jihad yang sudah mendapatkan legitimasi dari negara dengan menetapkannya sebagai hari besar nasional.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” kata Anik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here