Ketua Umum DDII Ingatkan Pentingnya Persatuan Bangsa

Mohammad Natsir. (Foto: Hidayatullah)

Jakarta, Mediadakwah.id – Sebagai negara yang besar dan terdiri dari berbagai macam keragaman baik suku, budaya, bahasa, dan agama seluruh rakyat Indonesia mesti mengantisipasi ancaman disintegrasi bangsa.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz Dr. Adian Husaini mengatakan, jangan sampai persatuan, kerukunan, dan persaudaraan yang telah dirajut sejak lama memudar begitu saja.

Menurutnya, peringatan Mosi Integral Mohammad Natsir yang jatuh pada 3 April sangat penting pada zaman sekarang sebagai penyegar kembali semangat persatuan mengingat perpecahan yang sedikit demi sedikit mulai tampak.

“Padahal dulu Pak Natsir dan tokoh-tokoh lain berkorban demi persatuan Indonesia,” kata Dr. Adian dalam pidato sambutan ‘Memperingati Mosi Integral Mohammad Natsir’ yang digelar oleh Uhamka dan MPR RI, kemarin.

Selama dua setengah bulan Pak Natsir berjuang dengan lobi-lobinya, meyakinkan supaya negara Indonesia mau menerima usulannya, melahirkan NKRI menggantikan negara federasi.

Menurut Dr. Adian, bangsa Indonesia harus mampu menghilangkan faktor-faktor egoisme, fanatisme, dan malas berkorban untuk kepentingan bersama. “Sehingga melahirkan penyakit hubbud dunya atau cinta dunia,” katanya.

Maka, lanjutnya sudah menjadi tugas pendidikan untuk melahirkan kembali manusia-manusia seperti Mohammad Natsir yang siap memandu umat.

“Inilah yang kamis usahakan di DDII, untuk melahirkan generasi gemilang. Sebab, semua tokoh-tokoh hebat kita dulu adalah produk pendidikan, termasuk Pak Natsir. Meski bukan lulusan kampus, ia telah menjalani pendidikan tinggi bersama tiga guru utamanya, A. Hassan, Agus Salim, dan Ahmad Surkati,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here