Ketum DDII Tekankan Pentingnya Konsolidasi di Tingkat Pusat dan Daerah

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Dr. Adian Husaini, M.Si. (Foto: Daulat/Media Dakwah)

Jakarta, Mediadakwah.id – Lembaga Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pusat melantik pengurus baru untuk masa bakti 2020-2025. Pelantikan dilaksanakan di Gedung DDII yang beralamat di Jalan Kramat Raya nomor 45, Jakarta Pusat, pada Jumat 26 Februari 2021.

Ketua Umum DDII, Ustaz Dr. Adian Husaini, M.Si mengatakan, prioritas utama yang akan dilakukan oleh pengurus baik yang di pusat ataupun daerah yaitu membangun sinergi yang diiringi oleh aktivitas masing-masing bidang yang ada di dalam struktur organisasi.

“Tahun 2021 kita akan habis-habisan berkonsolidasi untuk memaksimalkan organ-organ Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia baik yang ada di pusat ataupun di daerah. Sebab sinergtias harus diiringi juga dengan aktivitas,” kata Ustaz Adian dalam pidato sambutannya, Jakarta, Jumat 26 Februari 2021.

Ustaz Adian melanjutkan, nilai umat Islam dan begitu pula kebangkitan atau kejatuhannya sangat bergantung kepada aktivitas dakwah. Makanya untuk mendapatkan predikat sebagai umat terbaik harus dilakukan dengan cara menjalankan menebar kebaikan serta menolak kemungkaran.

Tentu saja, terang Ustaz Adian, hal itu tidak akan berjalan dengan mudah karena dakwah akan mendapatkan tantangan yang sangat menyusahkan para aktivisnya. Hal ini belum lagi ditambah dengan masalah keikhlasan bahwa dakwah dilakukan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.

“Makanya aktivis dakwah mesti banyak-banyak mengingat Allah agar kokoh dan tidak goyah di tengah perjalanan seperti yang terkandung di dalam Al-Qur’an Surah As-Saff ayat 4,” kata Ustaz Adian.

Ustaz Adian juga menyorotisituasi tantangan dakwah Islam di Indonesia saat ini sudah sangat kompleks terutama masalah sekularisme yang terus menggurita tidak hanya pada ranah sistemik tetapi juga pendidikan atau keilmuan dan cara berpikir yang mengesampingkan Tuhan dan agama.

Menurutnya, hal ini telah disampaikan oleh pahlawan nasional mendiang Mohammad Natsir sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Oleh karena itu, Ustaz Adian menekankan pentingnya bagi kader Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia untuk memahami sekularisme untuk melawan ideologi mereka dengan cara yang tepat.

“Dalam sebuah penutupan pidatonya, Pak Natsir pernah mengatakan ‘Bahwa bangsa kita cuma punya dua pilihan, mau jalan agama atau jalan sekular’. Ini sangat luar biasa dan masih relevan untuk sekarang,” kata Ustaz Adian.

Maka, ujar Ustaz Adian yang pernah meniti karier sebagai wartawan selama puluhan tahun, penting pula bagi kader Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menjalankan syariat karena dasar akidah agar menjadi cahaya penerang yang akan menimbulkan keadilan di tengah-tengah masyarakat.

“Di samping itu, semangat untuk melahirkan dai jangan sampai hilang. Tahun 2021 kita betul-betul konsolidasi saling bersinergi dan aktif. Mudah-mudahan di tahun 2022 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia bisa take-off,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here