Kirim 189 Da’i dan Da’iyah, Ketua STID Mohammad Natsir: Dakwah Harus Luruskan Niat

Ketua STID Mohamad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji mengatakan, setiap da'i dan da'iyah peserta Kafilah Dakwah 2021 harus meluruskan niat hanya untuk Allah semata. (Foto: STID Mohammad Natsir)

Bekasi, Mediadakwah.id – Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir mengirimkan 189 da’i dan da’iyah ke berbagai pelosok Nusantara melalui program Kafilah Dakwah 1442 Hijriah. Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji mengatakan, program Kafilah Dakwah kali ini terdiri dari gabungan peserta pada tahun 2020 yang lalu dengan tahun 2021.

Dia menjelaskan, penggabungan peserta terpaksa dilakukan sebab pada tahun lalu pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sedang berada pada titik puncaknya. Sehingga memaksa STID Natsir tidak mengirimkan kafilah-kafilahnya ke daerah-daerah.

“Karena tahun ini juga masih dilanda pandemi, maka ada sedikit perubahan sistem pada program Kafilah Dakwah namun tidak mengurangi kualitasnya,” kata Dr. Dwi dalam pidato sambutan yang disiarkan melalui kanal YouTube Dakho TV, Senin (5/4/2021).

Dia menjelaskan, setidaknya ada 25 titik yang menjadi konsentrasi para da’i dan da’iyah peserta Kafilah Dakwah 1442 Hijriah. Namun kemudian dari ke-25 titik tersebut akan dipencarkan lagi ke daerah lainnya agar tidak terjadi penumpukan di satu wilayah.

Selain itu, lanjut Dr. Dwi, karena pertimbangan pandemi beberapa peserta di suatu titik juga akan menjalankan program Kafilah Dakwah lebih cepat dari biasanya. “Namun di titik-titik lainnya tidak akan dipercepat. Kami berharap program ini dapat berjalan lancar,” katanya.

Dia menggarisbawahi meskipun Kafilah Dakwah merupakan bagian dari pembelajaran mahasiswa selama berkuliah di STID Mohammad Natsir, namun mereka yang menjadi da’i dan da’iyah harus menjalankan program ini dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, program Kafilah Dakwah sama seperti halnya seorang pilot yang sedang berlatih dengan menggunakan pesawat sungguhan, melakoni terbang sungguhan, dan mendapatkan risiko bahaya sungguhan pula.

“Ini memang praktik, tetapi belajar dakwahnya sungguhan. Dakwah sesungguhnya. Kita harus berdakwah dengan sungguh-sungguh, karena masyarakatnya juga sungguhan bukan rekayasa,” ujar Dr. Dwi.

Dia pun mengingatkan kepada para mahasiswa/mahasiswi yang menjadi peserta Kafilah Dakwah tahun ini bahwa Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) meyakini bahwa sifat dari dakwah adalah bagian dari amal jama’i atau bersama.

Maka mereka yang melakukan amalan jama’i ini pada hakikatnya merupakan sekolompok orang yang terkoordinasi secara profesional untuk mengajak manusia melakukan kebaikan. Para mahasiswa/mahasiswi, kata Dr. Dwi, harus memanfaatkan momentum Kafilah Dakwah dengan sebaik-baiknya agar menjadi ladang pahala mereka.

Setiap da’i dan da’iyah yang bertugas juga harus senantiasa meluruskan niatnya. Sebab setiap rasa lelah dan tetesan keringat yang mengalir selama berdakwah akan menjadi sia-sia di hadapan Allah jika niat kita tidak lurus karena-Nya.

“Mari luruskan niat, karena ini juga dilaksanakan pada bulan Ramadan. Sebab selama bulan Ramadan, Allah akan melipatgandakan amalan kita semua,” pungkas Dr. Dwi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here