Kisah Keteguhan Iman Frederic Kanoute yang Tolak Sponsor Judi

Frederic Kanoute. (Foto: Instagram)

Jakarta, Mediadakwah.id – Menjadi seorang super star di atas lapangan hijau sepak bola sudah tentu akan mendapatkan gemerlapnya lampu sorot seorang pesohor dengan berbagai keistimewaannya seperti harta yang berlimpah. Tentu saja godaan terhadap hidup bermewah-mewahan dan segala peluang untuk maksiat lainnya akan terpampang lebar di hadapan mata.

Namun ada pula pemain sepak bola yang memilih untuk menghindari hal-hal negatif di luar lapangan hijau. Bisa jadi karena memang tindak-tanduk hidupnya yang sederhana seperti Anders Iniesta atau karena alasan untuk menjaga kebugaran tubuhnya layaknya Cristiano Ronaldo.

Selain itu, ada juga pesepak bola yang memilih menghindari maksiat karena alasan dilarang ajaran agama yang dianutnya. Salah satunya adalah Frederic Kanoute. Mantan penyerang tim nasional Mali kelahiran Perancis dan juga ujung tombak kesebelasan La Liga Spanyol, Sevilla.

Pamor Kanoute terkenal bukan hanya sederet prestasi yang telah ditorehkannya atau juga skill mumpuni yang dia miliki. Tetapi dia juga terkenal sebagai seorang pesepak bola yang taat dalam menjalankan ajaran agama Islam yang dianutnya. Ya, Kanoute adalah seorang Muslimin yang dikenal sangat taat pada saat masa-masa keemasannya dahulu.

Karena keteguhan hatinya dalam menjalankan ajaran agama Islam, Kanoute sempat memplester logo sponsor yang terpampang di jersey kesebelasan Sevilla. Pasalnya sponsor utama klubnya itu adalah sebuah perusahaan judi online yang menurut pemahaman Kanoute jelas diharamkan oleh Allah.

Sebagai seorang Muslim, Kanoute tampaknya merasa tidak nyaman jika harus mengenakan kostum kesebelasan yang memasang logo judi itu. Diapun sempat meminta kepada jajaran petinggi manajemen klub untuk memberikannya kostum tanpa logo judi khusus untuk dirinya.

“Sesuai dengan ayat-ayat suci Al Qur’an, meminum alkohol, berjudi, memuja idola dan lotere adalah alat-alat setan untuk menyesatkan manusia. Mengapa saya meminta klub untuk menyediakan kostum yang bersih dari embel-embel perjudian itu,” kata Kanoute dikutip dari Bola.com, Selasa 2 Maret 2021.

Namun karena permintaannya pada saat itu belum dipenuhi oleh pihak manajemen akhirnya Kanoute pun berinisiatif untuk menutupnya sendiri dengan plester berwarna putih. Keputusannya ini memang mengundang pro dan kontra pada saat itu, namun mayoritas menghargai keteguhan hati Kanoute yang tetap berusaha menjalankan ajaran agama Islam.

“Saya percaya klub akan merespon permintaan saya ini dengan baik. Jadi, biarkanlah saya memakai kostum tanpa logo itu,” tandas Kanoute.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here