Mau Menikah? Perhatikan Biaya Administrasi di KUA Cuma Segini

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Mediadakwah.id – Setiap insan Muslimin atau Muslimah pasti mendambakan sebuah pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.

Namun sebelum mewujudkan cita-cita itu ada beberapa alur yang harus dilewati terlebih dahulu mulai dari perkenalan sampai ijab kabul.

Secara birokrasi, proses pernikahan di Indonesia mesti melibatkan lembaga Kantor Urusan Agama (KUA) demi kepentingan pencatatan sipil administratif.

Nah, bagi yang belum tahu bagaimana cara kerja birokrasi pendaftaran pernikahan di KUA ada baiknya memperhatikan memo/catatan dari Kementerian Agama terlebih dahulu.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Muharam Marzuki mengatakan, pihaknya telah mewanti-wanti agar seluruh Kepala KUA untuk memegang komitmen agar tidak melakukan pungutan liar saat melayani warga.

“Kami tidak menoleransi KUA yang melakukan pemungutan liar di luar biaya ketentuan yang telah ditetapkan,” kata Muharam dikutip dari laman Kemenag.go.id, Kamis (25/3/2021).

Muharam melanjutkan, dia tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas apabila ada laporan dari warga yang dirugikan akibat pungutan liar.

Makanya dia menegaskan imbauan ini harus menjadi perhatian serius bagi setiap Kepala KUA karena berkaitan dengan kredibilitas dan nama baik Kemenag.

“Walaupun pungli dilakukan di daerah pelosok, laporannya akan tetap sampai ke pusat. Jangan sampai KUA ada pungutan apalagi modus operandi,” katanya.

Lalu berapa biaya menikah di KUA yang sebenarnya? Muharam mengatakan bagi warga yang hendak menikah atau rujuk di luar kantor dan/atau di luar hari serta jam kerja maka biayanya Rp600.000 saja.

Sedangkan masyarakat yang hendak menikah atau rujuk pada hari dan jam kerja maka biayanya nol rupiah alias gratis.

Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2018 Tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Departemen Agama (Depag): Nikah/Rujuk

“Dulu sebelum ada aturan ini, terjadi banyak pungutan,” sambungnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here