Mengapa Bulan Ramadan Selalu Istimewa?

Ketum DDII, Dr. Adian Husaini mengatakan, bulan Ramadan selalu istimewa karena kerap menghadirkan semangat baru untuk menjadi pribadi lebih baik.

Jakarta, Mediadakwah.id – Bulan Ramadan dan segala ibadahnya merupakan peristiwa yang luar biasa bagi umat manusia meskipun sudah rutin dijalankan selama bertahun-tahun. Mengapa demikian?

Menurut Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini, yang membuat ibadah puasa Ramadan menjadi istimewa yaitu karena selalu ada semangat baru di dalam diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Itu yang membuat Ramadan selalu menjadi istimewa. Saya sendiri sudah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama kurang lebih 50 tahun,” kata Dr. Adian dalam tausyiah Ramadan 1442 Hijriah bertema ‘Ini Kemenangan Kita’ di Masjid Al Furqon, Jakarta, Selasa (12/4/2021).

Sama seperti halnya menyusun program kehidupan, lanjut Dr. Adian, selama menjalankan ibadah puasa Ramadan juga kita harus memiliki tujuan yang jelas. Jangan sampai tujuan Ramadan terbatas pada masalah menahan lapar dan dahaga semata.

Menurutnya jika hanya demikian, seseorang yang puasa Ramadannya sudah salah tujuan maka dikhawatirkan akan melampiaskan hawa nafsunya selepas azan Salat Magrib berkumandang.

“Padahal tujuan puasa Ramadan bukan itu, bukan fisik. Bukan untuk menurunkan berat badan juga, saya belum pernah menemukan dalil perintah puasa supaya kurus,” katanya.

Meskipun aktivitas puasa Ramadan didominasi dengan aktivitas fisik namun tujuannya bersifat batiniyah yaitu untuk mencapai ketakwaan. Menurut Dr. Adian di sinilah letak keunikan ibadah puasa Ramadan.

Seseorang yang berhasil mencapai ketakwaan, kata Dr. Adian, maka dia berhasil meraih maqom tertinggi. Selain itu seorang Muslim yang bertakwa pun dianggap sebagai pribadi yang mulia.

“Siapa yang bertakwa maka Allah akan memberikan jalan keluar, rezeki dari arah tidak disangka-sangka, kemampuan untuk membedakan mana yang haq dan batil,” katanya.

Dia menguraikan, untuk mencapai derajat ketakwaan maka seorang Muslim harus mampu berbuat adil, bahkan kepada seseorang atau sekelompok lain yang tidak disukai atau sepaham dengannya.

Adapun, jelas Dr. Adian, menurut para ulama yang dimaksud dengan adil yaitu mampu menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Bukan adil dalam arti sama atau seimbang.

Maka dari itu, Dr. Adian mengajak kepada seluruh kaum Muslimin di Indonesia untuk memanfaatkan momen Ramadan dengan memperbanyak amal saleh, sehingga dapat keluar menjadi pemenang.

“Kenapa Ramadan tahun ini menjadi istimewa? Karena datang pada saat pandemi, ketika musibah hadir. Maka ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menggandakan amal saleh,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here