Mengerikan, Junta Militer Myanmar Tembak Anak 7 Tahun

Fakta bahwa sangat banyak anak-anak yang telah dibunuh hampir setiap harinya sekarang, menunjukkan pasukan keamanan sama sekali tidak peduli terhadap kehidupan manusia.

NAYPIYDAW, mediadakwah.id – Penembakan yang menewaskan seorang gadis berusia tujuh tahun telah memicu kemarahan baru atas tindakan keras militer Myanmar. Sedikitnya 20 anak dilaporkan tewas sejak junta berkuasa bulan lalu.

Rezim Militer telah melancarkan gelombang kekerasan yang mematikan hanya untuk memadamkan protes nasional terhadap kudeta 1 Februari dan penangkapan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Media lokal melaporkan terlah terjadi kekacauan tadi malam di Mandalay. Tejadi barikade pembakaran, penangkapan, rumah-rumah yang digerebek oleh pasukan keamanan, pemukulan dan senapan mesin terdengar di beberapa lingkungan.

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik/Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), sebuah kelompok pemantau lokal. Tiga orang tewas pada hari Selasa, (23/3/2021) termasuk Khin Myo Chit, usia 7 tahun ditembak mati di rumahnya di Mandalay.

Media lokal Myanmar Now melaporkan bahwa para tentara menembak ayahnya, tapi mengenai gadis itu karena ia duduk di pangkuannya di dalam rumah mereka.

Anggota keluarganya mengatakan bahwa kakak laki-lakinya yang berusia 19 tahun juga saat ini ditangkap oleh pasukan junta militer. Sementara ini, pihak militer Myanmar tidak memberikan komentar terkait laporan itu.

Dalam sebuah pernyataan, Save the Children mengatakan bahwa peristiwa meninggalnya gadis 7 tahun itu “mengerikan”. Peristiwa itu terjadi setelah seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun dilaporkan tewas ditembak di Mandalay juga.

“Kematian anak-anak ini sangat memprihatinkan mengingat bahwa mereka dilaporkan dibunuh ketika berada di rumah, di mana mereka seharusnya aman dari bahaya,” ujar kelompok tersebut.

“Fakta bahwa sangat banyak anak-anak yang telah dibunuh hampir setiap harinya sekarang, menunjukkan pasukan keamanan sama sekali tidak peduli terhadap kehidupan manusia,” terangnya.

Red: Jaka Setiawan
Sumber: TRT WORLD | Save the Children

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here