Menteri Agama Wanti-wanti Penyaluran Zakat Jangan Timbulkan Kerumunan

Jakarta, Mediadakwah.id – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, meminta agar penyaluran zakat jangan sampai menimbulkan kerumunan massal. Dia mengingatkan agar panitia zakat baik di musala ataupun di masjid untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam penerimaan dan penyaluran zakat.

Yaqut menggarisbawahi, jangan sampai pembagian zakat terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu dipenuhi dengan para mustahik yang saling berdesakan. Sebab jika demikian maka dikhawatirkan akan menyebabkan cluster penyebaran Covid-19 yang baru.

“Jajaran Kementerian Agama akan memonitor dan memastikan pengumpulan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan melalui masjid atau musala dengan memerhatikan protokol kesehatan,” kata Yaqut dikutip dari laman Bimas Islam Kemenag, Selasa (4/5/2021).

Pemerintah, lanjut Yaqut, juga akan memonitor dan berkoordinasi dengan para pengelola zakat, infak, dan sedekah untuk memaksimalkan pelayanan melalui kanal elektronik dengan membuka rekening pembayaran zakat dari para muzaki atau yang menunaikan zakat.

“Pembayaran zakat bisa dilakukan secara elektronik, sehingga para muzakitidak perlu datang secara fisik,” kata Yaqut.

Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melaksanakan takbiran keliling yang sudah menjadi budaya umat Islam di Indonesia selama bertahun-tahun. Menurut Yaqut, aktivitas takbiran cukup dilakukan di masjid atau musala setempat dengan memerhatikan protokol kesehatan atau dilaksanakan secara virtual.

Sementara untuk pelaksanaan Salat Id, pemerintah menyarankan agar hal itu ditegakkan di daerah-daerah yang berstatus zona hijau atau kuning. Menurutnya hal ini sudah dituangkan oleh Kementerian Agama melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah.

“Saya berharap kebijakan ini dapat menjadi panduan bagi perangkat daerah dan aparat keamanan untuk melakukan penindakan bila mana ada pelanggaran protokol kesehatan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here