Mukjizat Rasulullah yang Bikin Abu Jahal Lari Setengah Mati

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Mediadakwah.id – Di masa-masa awal kenabian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerap mendapatkan penolakan, ancaman, dan juga tekanan saat menyampaikan dakwah serta mengajak orang-orang Arab Quraisy untuk memeluk agama Islam.

Salah satunya datang dari manusia keji bernama Amru bin Hisyam atau lebih dikenal dalam catatan sejarah dengan nama Abu Jahal, yang secara harfiah diartikan Bapak Kebodohan. Dia adalah salah satu orang yang pertama kali menghalangi kegiatan dakwah Nabi Muhammad SAW di Kota Makkah.

Bukan hanya itu perbuatannya. Lidah Abu Jahal pun terkenal tajam saat melontarkan olok-olok kepada Rasulullah SAW. Tak lupa Abu Jahal kerap membusungkan dadanya di hadapan Rasulullah seolah dia manusia paling suci di Kota Makkah.

Ketika Rasulullah hendak menunaikan salat di Masjidilharam pun Abu Jahal selalu hadir untuk menghalang-halanginya. Bahkan pernah suatu kali dia hendak mencelakai Rasulullah saat sedang khusyuk di tengah-tengah sujudnya.

Kala itu Rasulullah sujud dalam waktu yang cukup lama. Melihat Rasulullah sedang khusyuk beribadah, muncul niat jahat di dalam hati Abu Jahal. Dia hendak menginjakkan kakinya di atas tubuh Rasulullah!

Tapi belumlah sampai niat jahat Abu Jahal tersalurkan, mendadak dia lari tunggang langgang seperti orang yang ketakutan setengah mati. Teman-temannya yang melihat Abu Jahal lari terbirit-birit pun keheranan, ada apa gerangan?

“Aku melihat antara aku dan Muhammad dipisahkan oleh parit yang seandainya aku mendekat niscaya aku akan terbakar,” kata Abu Jahal dikutip dari buku The Great Story of Muhammad karya Hatta dkk. terbitan Maghfirah Pustaka.

Apa yang dialami oleh Abu Jahal merupakan bukti mukjizat yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala untuk menguatkan hati kekasih-Nya itu. Selamanya Allah tidak akan pernah rela Rasulullah diperlakukan rendah.

Pernah juga kala itu ada seorang Arab Badui yang berkunjung ke Kota Makkah. Kehadirannya menimbulkan niat jahat di dalam hati Abu Jahal.

Si Bapak Kebodohan itu ingin merebut harta yang dibawa oleh orang Arab Badui tersebut. Tanpa tedeng aling-aling, Abu Jahal pun melancarkan niatnya dan berhasil merebut harta yang dibawa si orang Arab Badui.

Padahal apa yang dilakukan oleh Abu Jahal termasuk perbuatan yang terlarang dalam tradisi masyarakat musyrik Quraisy sebagai penjaga Kota Makkah termasuk Ka’bah di dalamnya.

Si orang Arab Badui pun mengadukan perbuatan Abu Jahal kepada kaum Quraisy yang lain. Namun dia malah disarankan untuk meminta pertolongan kepada Rasulullah yang saat itu sedang salat di Masjidilharam.

Singkat cerita setelah mendengar cerita si orang Arab Badui itu, Rasulullahpun segera menemui Abu Jahal untuk mengonfirmasi apakah betul dia telah merebut harta tamu yang datang ke Kota Makkah.

Abu Jahal pun membenarkannya. Ketika Rasulullah memintanya untuk mengembalikan harta yang telah dirampas kepada si orang Arab Badui, Abu Jahal pun menurutinya tanpa ada perlawanan. Tidak seperti biasanya.

Lagi-lagi, teman-teman Abu Jahal pun keheranan mengapa dia yang begitu keras menolak dakwah Rasulullah kok seperti tidak berkutik sama sekali pada saat itu.

“Aku melihat unta pejantan di belakang Muhammad,” kata Abu Jahal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here