Nabi Tidak Pernah Lewatkan Salat Sunah Fajar

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Mediadakwah.id – Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah melewatkan Salat Sunah Fajar sebanyak dua rakaat bahkan ketika sedang bersafar.

Berbeda dengan salat sunah rawatib lainnya, salat sunah dua rakaat sebelum Subuh tampak begitu istimewa dibandingkan dengan salat-salat sunah lainnya.

Ada beberapa alasan yang menjadikan salat sunah dua rakaat sebelum Subuh menjadi istimewa yaitu:

Pertama, sebagaimana yang disebutkan di atas, salat sunah dua rakaat sebelum Subuh menjadi istimewan karena ia tetap disyariatkan pada saat bepergian ataupun berada di rumah sendiri.

Kedua, pahala salat sunah dua rakaat sebelum Subuh menjadi istimewa karena pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya.

“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” [Hadis Riwayat Muslim 725]

Ketiga, disunahkan untuk meringankan pelaksanaannya sebagaimana riwayat dari ‘Aisyah radhiyallahu anha tanpa menjadikannya menjadi sangat cepat.

Keempat, setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama maka disunahkan untuk membaca Surah Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas.

Kelima, setelah salat sunah dua rakaat sebelum Subuh maka disunahkan untuk berbaring miring ke sebelah kanan sesuai dengan hadis dari ‘Aisyah RA:

“Nabi shallallahu’alaihi wasallam apabila telah selesai mendirikan dua rakaat sunah fajar, beliau berbaring di atas sisi badan yang sebelah kanan.” [Hadis Riwayat Al-Bukhari (1160) dan Muslim 736)]

Sumber: ‘Amalan Sunah Sehari-hari Rasulullah’ karya Abdullah bin Hamud Al-Furaih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here