Pemerintah Izinkan Salat Tarawih, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Ilustrasi salat berjemaah. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Mediadakwah.id – Pemerintah Republik Indonesia mengizinkan pelaksanaan salat tarawih selama bulan Ramadan dan juga ibadah salat Idulfitri tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Sebelum pemerintah mengeluarkan keputusan inipun sebenarnya sudah banyak masjid-masjid baik yang di zona hitam, merah, dan hijau yang melaksanakan salat fardu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dai sekaligus pakar fikih dan ibadah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz Ahmad Zain An-Najah mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk melaksanakan ibadah salat tarawih dan Idulfitri selama menerapkan protokol kesehatan.

“Tentunya kita juga berharap semoga pandemi Covid-19 segera berakhir,” kata Ustadz Zain beberapa waktu lalu kepada Media Dakwah.

Sedangkan untuk kaum Muslimin yang sebelumnya pernah terinfeksi Covid-19 dan khawatir akan terkena virus itu lagi, Ustadz Zain mengatakan, sebagai umat Islam maka kita diwajibkan untuk menyikapi situasi pandemi secara berimbang.

Menurutnya, umat Islam jangan terlalu panik dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19. Namun di sisi lain tidak dibolehkan juga merasa terlalu percaya diri dalam menyikapinya.

“Secara ilmu kedokteran orang yang takut banget justru imunitasnya akan turun, potensi terkena Covid-19 lebih besar. Sedangkan Islam memadukan antara imun dan iman. Sisi imannya harus diperkuat, insya Allah muncul imunitas,” katanya.

Selain itu, umat Islam juga harus memahami bahwa sakit dan sembuh berasal dari ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala. Sedangkan manusia diwajibkan untuk berikhtiar dan menyerahkan segala keputusan kepada Allah semata.

Salah satu bentuk ikhtiar yang bisa dilakukan umat Islam yaitu antara lain menerapkan pola hidup sehat dengan minum madu, habbatussauda, probiotik, sari kurma, dan istirahat yang cukup.

“Kegiatan dan interaksi secara langsung juga harus dikurangi, ini salah satu ikhtiar kita, kemudian kita bertawakal,” pungkas Ustadz Zain.

Sebelumnya Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, izin untuk menggelar ibadah salat tarawih dan Idulfitri itu disertai dengan syarat yakni kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Pada dasarnya, salat tarawih dan salat Id diperkenankan atau dibolehkan. Yang harus dipatuhi adalah protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan sangat ketat,” kata Muhadjir dikutip dari Republika, Senin (5/4/2021) kemarin.

Senada dengan Muhadjir, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengingatkan, selama masa pandemi Covid-19 maka pengurus masjid atau musala menjadi garda terdepan untuk memastikan jemaah menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan salat tarawih dan Id.

“Kita harus menjaga kondisi masjid atau musala yang akan digunakan dengan kapasitas sebesar lima puluh persen dari kapasitas tempat yang ada,” kata Fuad dikutip dari Bimasislam.kemenag.go.id, Selasa (6/4/2021).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here