Pemerintah Menilai Zakat Berperan Tangkal Paham Keagamaan Bermasalah

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Mediadakwah.id – Zakat memiliki peran dalam menangkal paham keagamaan bermasalah yang bersumber dari kesenjangan ekonomi.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor mengatakan, upaya menangkal paham bermasalah harus diiringi dengan upaya pengentasan kemiskinan lewat distribusi zakat yang tepat.

“Paham keagamaan bermasalah bisa muncul dari faktor ekonomi dan kesenjangan sosial,” kata Tarmizi dikutip dari laman Bimasislam.kemenag.go.id, Selasa (23/3/2021).

Dia melanjutkan, persoalan kemiskinan yang dihadapi negara berkembang bisa dikurangi jika organisasi pengelola zakat dapat mengalokasikan dana yang dihimpun untuk program-program kemanusiaan.

Namun, saat ini potensi zakat yang bisa dikelola belum seutuhnya terserap oleh lembaga pengelola resmi. Di Indonesia misalnya, baru 3,5 persen atau Rp 8 triliun zakat yang dikelola dari total potensi sebesar Rp 252 triliun.

Dia menjelaskan, pencapaian yang ada saat ini masih sangat jauh dari yang diharapkan. Makanya masih diperlukan lagi program-program yang mampu meningkatkan penghimpunan dana zakat.

”Pemerintah berharap optimalisasi zakat juga perlu ditopang melalui regulasi yang kuat serta sistem pengumpulan dan distribusi zakat yang tepat,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here