Peran Strategis Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Banten Memperkuat Dakwah dan NKRI

Walikota Serang, H.Syafrudin saat meresmikan pembangunan masjid Khoiru Ummah. Foto: Imad

Serang, Mediadakwah.id- Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), Ahad 14 Maret 2021. Dalam rangkaian acara tersebut, terdapat peresmian Masjid Khoiru Ummah. Segenap pengurus dan pimpinan DDII, Walikota Serang, para sesepuh, alim ulama, dan Ketua Umum DDII pusat Dr. Adian Husaini turut hadir.

Masjid yang diresmikan ini merupakan langkah awal dari pembangunan di tanah wakaf seluas 1,7 hektar. Lahan tersebut hendak dimanfaatkan sebagai Pusdiklat Agribisnis DDII Provinsi Banten dalam rangka optimalisasi dakwah profesional mandiri memperkuat NKRI.

Tanah beserta seluruh aset bangunan akan diintegrasikan dengan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) yang berada tepat di sampingnya. ADI adalah salah satu lembaga pendidikan non formal setingkat pra universitas dengan sistem pesantren, di bawah naungan DDII. Sampai saat ini ADI sudah mempunyai belasan cabang di berbagai Provinsi.

Dr. Adian Husaini menegaskan, ada satu hal yang sangat penting dan mesti simak oleh seluruh pihak di DDII. Yakni harapan besarnya supaya ADI dengan cita-cita luar biasanya itu bisa mewarisi tugas aset keteladanan yang diberikan oleh para pendahulu DDII khususnya M. Natsir selaku pendiri.

“Tiga aset keteladanan itu adalah aset intelektual, dakwah dan materi. Kalau semua itu betul-betul dioptimalkan, insyaallah, kesuksesan dakwah betul-betul akan terwujud,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, di tengah tren ateisme global, 96% orang Indonesia masih mengatakan agama penting. Inilah modal utama DDII untuk semakin memperkuat barisan dakwah.

“Tapi, jangan sampai kita pasang target hanya untuk memperbanyak anggota. Melainkan tingkatkan kualitas, menjadi yang terbaik bahkan menjadi contoh bagi yang lainnya,” kata murid langsung Almarhum Hussein Umar itu.

Ketua Umum DDII, Dr. Adian Husaini. Foto: Imad

Oleh karena itu, melalui tanah wakaf ini, ADI perlu menyiapkan kader-kader dakwah sembari menyiapkan generasi gemilang baru, sebagaimana kegemilangan sejarah Islam di Baten ini seperti sosok Syaikh Yusuf al-Maqassari.

“Tidak perlu banyak, yang penting punya ruh dakwah dan berkualitas. Anak singa mungkin tidak sebanyak babi. Tapi cukuplah 10 babi dihabisi oleh satu singa,” pungkas mantan wartawan Istana itu.

Sementara itu, Walikota Serang H. Syafruddin dalam sambutannya berharap hadirnya DDII lewat masjid dan berbagai program dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Semoga ini menebar manfaat sebagaimana sejak dulu hadirnya DDII lewat masjid dan pemberdayaan da’i, selalu ditujukan untuk membesarkan Islam. Bukan hanya lewat ibadah, tapi juga pendidikan,” katanya.

Reporter: Fatih Madini (Mahasiswa Program Jurnalis Profesional STID Mohammad Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here