Petani di Majalengka Obral Gabah, Ketum DDII Minta Dewan Dakwah Jabar Turun Tangan

Jakarta, Mediadakwah.id – Seorang petani bernama Aep di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terpaksa mengobral hasil panen gabahnya dengan harga yang sangat murah.

Aep diketahui terpaksa mengobral murah gabahnya sampai harga yang sangat rendah yakni Rp3.000 per kilogram. Hal ini dia lakukan karena tidak ada bandar gabah yang mau membeli hasil panennya.

Padahal dia telah berkeliling mendatangani tujuh orang bandar gabah di dua desa di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

“Saya putus asa tidak mendapatkan uang dari hasil panen. Jadi, diobral saja. Ini gabah tidak ada yang mau beli,” kata Aep dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Selasa (22/3/2021).

Aep merasa ada yang mempermainkan harga gabah petani dan berharap pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.

Sebab selain gabah yang telah dipanen tidak diminati bandar, masih ada padi lainnya yang belum dipanen dari sawah. “Saya pusing,” kata Aep.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz Dr. Adian Husaini, meminta agar lembaga perwakilan Dewan Dakwah di tingkat Provinsi Jawa Barat untuk meneliti masalah turunnya harga gabah di Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, harga gabah yang merosot tajam mesti menjadi perhatian khusus bagi kader-kader Dewan Dakwah terutama di kawasan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Sektor pertanian merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia,” kata Ustadz Adian, Rabu (24/3/2021).

Dia melanjutkan, dalam ajaran agama Islam kegiatan bercocok tanaman tidak dipandang sebatas kepentingan ekonomi semata. Melainkan bentuk kegiatan yang juga meliputi sektor ibadah juga.

“Sebab berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, seorang Muslim yang bercocok tanam kemudian hasilnya dimakan orang atau binatang, maka hal itu menjadi nilai sedekah baginya,” jelasnya.

Maka dari itu, ujar Ustadz Adian, lembaga kemasyarakatan seperti Dewan Dakwah mesti turun tangan, meneliti, dan mencari jalan keluar atas permasalahan yang kerap dialami para petani.

“Dewan Dakwah harus bisa menjadi solusi di tengah-tengah masalah yang dihadapi para petani. Bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here