Proses Regenerasi Muslim Butuh Pengorbanan Besar

Jakarta, Mediadakwah.id – Pendidikan, dakwah, dan perjuangan adalah kata-kata yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain dalam proses pembentukan generasi Islam selanjutnya.

Maka tidak heran jika ingin melahirkan generasi Islam yang berkualitas dibutuhkan pengorbanan yang sangat besar, supaya mereka dapat mewariskan apa yang telah didapatkan kepada generasi-generasi selanjutnya.

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini mengatakan, sebagai salah satu organisasi dakwah Islam terbesar di Indonesia, sudah sepatutnya keluarga besar DDII ada di barisan terdepan dalam menggalakkan produk pendidikan Islam di Indonesia.

“Apalagi kita punya kampus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir. Seharusnya bisa percaya diri memperkenalkan produk pendidikan yang bisa mencetak generasi berkualitas seperti beliau,” kata Dr. Adian, Senin (19/4/2021) kemarin.

Dr. Adian melanjutkan, jika ingin membuka lembaran sejarah hidup Pak Natsir maka semestinya generasi muda Islam saat ini bisa memunculkan tokoh sebesar beliau.

Sebab dahulu kala, kata Dr. Adian, Pak Natsir tidak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi seperti kebanyakan pemuda Islam saat ini di Indonesia.

Beliau bahkan melewatkan kesempatan untuk menjadi seorang pegawai pemerintahan demi duduk bersila untuk mendapatkan ilmu dari para guru-gurunya seperti Ahmad Hassan, Kiai Haji Agus Salim, dan H.O.S. Tjokroaminoto.

Ketekunan dan tekad bulat di dunia dakwah dan pendidikan itulah yang kemudian mengantarkan Pak Natsir menjadi tokoh besar di kemudian hari dengan salah satu perjuangannya yang paling terkenal yaitu Mosi Integral.

“Insya Allah STID Mohammad Natsir akan menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia,” kata Dr. Adian.

Namun tentu saja untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan seperti para dosen, tenaga kependidikan, dan juga orang tua mahasiswa untuk berjuang bersama dan melewati berbagai rintangan yang mungkin akan menghadang.

“Saya yakin dosen-dosen di STID Mohammad Natsir adalah orang-orang yang memiliki semangat untuk berdakwah dan juga melahirkan dai,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here