Sadio Mane, Tetap Merendah Meski Harta Berlimpah

Sadio Mane saat berkunjung ke Senegal. (Foto: Twitter)

Jakarta, Mediadakwah.id – Menjadi seorang pemain bintang di lapangan sepak bola tentu akan mendatangkan harta yang berlimpah. Namun tidak banyak dari mereka yang terus berusaha untuk merendah.

Salah satu pemain sepak bola yang tetap berusaha merendah dalam kehidupan sehari-harinya adalah Sadio Mane. Penyerang utama kesebelasan Liverpool yang juga seorang Muslim.

Tentu saja seorang pemain utama atau kunci akan mendapatkan gaji yang besar setiap bulannya. Belum lagi berbagai sponsor pribadi akan menambah pundi-pundi kantong pemain seperti Sadio Mane.

Namun siapa sangka jika kemewahan jauh sekali dari rumuh kehidupan Sadio Mane. Sebagai Muslim – dan ternyata ayahnya seorang imam/ustaz di kampung halamannya – Sadio Mane tahu betul bagaimana memanfaatkan kekayaannya.

Dia pernah tertangkap kamera sedang menggenggam telepon selular yang layarnya sudah retak. Padahal jangankan membeli handphone baru, mengoleksi mobil Ferrari pun mudah saja baginya.

“Mengapa juga saya menginginkan 10 Ferrari, 20 permata, atau dua pesawat jet pribadi?” kata Mane dikutip dari berbagai sumber, Jumat 3 Maret 2021.

Menurutnya, harta benda seperti itu tidak akan membawa manfaat baginya ataupun dunia. Selain itu, sedari kecil dia diajarkan untuk bekerja keras. Sehingga dia tahu bagaimana rasanya melewati masa-masa sulit dalam hidup.
Itulah alasan mengapa Sadio Mane lebih memilih menyumbangkan sebagian hartanya kepada orang-orang di Senegal, negara asalnya, ketimbang menghambur-hamburkannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Dulu saya bermain bola nyeker, saya juga tidak punya pendidikan, dan hal-hal lainnya. Tapi kini, dengan apa yang saya dapatkan dari sepak bola, saya bisa membantu orang-orang,” ujar Mane.

Di kampung halamannya Mane telah membangun sarana dan prasarana umum seperti sekolah dan tempat olahraga, menyediakan pakaian, sepatu, dan makanan untuk orang-orang yang berada dalam tingkat kemiskinan yang parah.

Selain itu, dia juga turut memberikan 70 euro setiap bulannya untuk orang-orang papa yang tinggal di daerah paling miskin di Senegal. Menurutnya, hal ini lebih penting daripada menunjukkan mobil-mobil mewah, rumah-rumah bak istana, dan jet pribadi.

“Saya memilih memberikan orang-orang sedikit dari apa yang kehidupan telah berikan kepada saya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here