Sebentar Lagi Ramadhan, Ini Dia Kisah Pesepak Bola yang Menjadi Lebih Kuat karena Puasa

Amr Zaki. (Foto: Planet Football)

Jakarta, Mediadakwah.id – Tidak terasa bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Seluruh kaum Muslim yang sudah baligh dan mampu diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh lamanya.

Sering kali ibadah puasa betul-betul menguji keimanan setiap umat Islam. Termasuk salah satunya bagi seorang Muslim yang berprofesi sebagai pesepak bola di tanah Eropa yang menuntut profesionalisme tinggi karena terkadang jadwal pertandingan bersamaan dengan bulan Ramadhan.

Kisah di bawah ini adalah cerita tentang seorang pesepak bola asal Mesir yang bermain untuk Wigan Athletic di kancah Liga Premier Inggris pada musim kompetisi 2008-2009. Jauh sebelum kehadiran Mohamad Salah yang menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di negara Ratu Elizabeth.

Namanya Amr Zaki. Untuk sebagian penggemar Liga Premier Inggris saat ini mungkin nama tersebut sangat asing. Apalagi catatan torehan golnya tidak semengkilap Salah, boro-boro pernah merasakan nikmatnya jadi juara Liga Champions dan Liga Inggris.

Namun jika bicara soal pergerakannya di atas lapangan, semua orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Zaki kala itu dianggap sebagai salah satu penyerang yang patut diwaspadai karena selalu memiliki kejutan.

Sebagai seorang Muslim, Zaki juga termasuk pemain yang sangat taat beribadah. Dia mengaku tidak pernah sekalipun melewati salat dan kerap membaca Al-Qur’an di sela-sela istirahatnya selama menjadi pemain Wigan.

Ibadah puasa Ramadhan pun tak ingin dia lewati, bahkan saat bulan suci itu bertepatan dengan jadwal pertandingan di Inggris yang terkenal sangat ketat.

Suatu ketika manajer Wigan kala itu, Steve Bruce, sempat memberikan pilihan kepada Zaki apakah dia mau berpuasa atau bermain di atas lapangan. Zaki, sebagai pemain profesional, tentu saja ingin bermain sepak bola. Tapi keimanannya yang teguh juga tidak mau dia tukar, Zaki juga ingin tetap ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

“Dia (manajer) mengerti saya harus berpuasa, tapi dia tidak bisa memainkan saya saat sedang melakukannya,” kata Zaki dikutip dari laman Goal, Senin (15/03/2021).

“Manajer meminta saya untuk memilih antara berpuasa atau bermain. Akhirnya saya putuskan untuk bermain, tanpa memberitahunya kalau saya masih berpuasa,” tambahnya.

Zaki mengaku selama bermain di Inggris dia tidak pernah sekalipun meninggalkan ibadah puasa, sebab menurutnya hal itu tidak memengaruhi performanya sama sekali. “Sebenarnya saya merasa semakin kuat. Saya telah banyak memainkan laga dengan kondisi tetap berpuasa,” ujarnya.

Keputusannya untuk tetap berpuasa meskipun diturunkan sebagai starting eleven rupanya terbukti benar. Pada sebuah pertandingan penting di bulan Desember 2008, manajer menurunkan dia saat melawan Newcastle.

Hasil akhirnya Wigan berhasil menggebuk Newcastle dengan skor 2-1 dan Zaki menjadi salah satu pencetak gol kemenangan pada malam itu. “Semua orang terlihat puas dengan penampilan saat saat itu,” ujar Zaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here