Seorang Suami Harus Mampu Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Istrinya

0
25
Suami tidak hanya berperan mencari nafkah tetapi juga harus bisa memberikan rasa aman pada keluarganya. (Foto: Shutterstock)

Bandung, Mediadakwah.id – Salah satu tugas seorang suami dalam biduk rumah tangga yaitu mampu memberikan rasa aman dan nyaman pada istrinya. Hal ini harus selalu diaplikasikan dalam kehidupan berumah tangga sehari-hari.

Menurut pendakwah Ustaz Maman Suharman, tugas seorang suami bukan hanya memberikan nafkah lahir kepada keluarga terutama istrinya. Namun suami juga mesti mampu hadir dalam setiap kondisi yang dirasakan oleh istrinya.

“Ketika istri sedang sedih, suami hadir mengusapkan air matanya. Ketika istri sedang bergembira, maka suami hadir memberikan selamat dan dukungan kepadanya,” kata Ustaz Maman dalam kajian bertema ‘Apa yang Dikehendaki Istri dari Suami’ yang disiarkan lewat kanal YouTube Pemuda Istiqomah TV, Senin 22 Februari 2021 malam kemarin.

Ustaz Maman menjelaskan, hal ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada istrinya yang bernama Shofiyah radhiyallahu anha pada saat sedang melaksanakan safar bersama para sahabat yang lain.

Di dalam perjalanan itu Shofiyah mendapatkan unta yang lamban jalannya, sehingga beliau tertinggal di belakang dari para rombongan. Sedangkan Rasulullah berada di depan bersama sahabatnya yang lain. Shofiyah pun menangis karena keadaan ini.

Rasulullah kemudian mendapatkan kabar dari salah satu sahabat tentang kondisi Shofiyah yang tertinggal di belakang dan menangis karenanya. Kemudian Rasulullah pun segera menuju ke barisan rombongan belakang dan menghampiri Shofiyah.

“Kemudian sambil menangis Shofiyah berkata kepada Rasulullah, ‘Engkau memberikan aku unta yang lambat dan aku tertinggal terus’,” jelas Ustaz Maman.

Ustaz Maman melanjutkan, melihat kondisi istrinya tersebut Rasulullah pun segera menghapus air mata yang berlinang dari mata Shofiyah dan berusaha menenangkan hatinya. Maka beliau menganjurkan para suami zaman sekarang untuk meluangkan waktu untuk keluarganya meskipun disibukkan dengan pekerjaan di kantor atau lainnya.

“Masalahnya saat ini sudah sangat sibuk di luar, begitu sampai rumah tersisa lelahnya saja. Sehingga istri punya suami tetapi pikiran suaminya masih tertinggal di luar. Untuk para suami jangan sampai urusan di luar dibawa ke rumah, luangkan waktu untuk keluarga,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here