Setahun Pandemi Covid-19, Saatnya Memulihkan Ekonomi Indonesia

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Eddy Ganefo. (Foto: istimewa)

Jakarta, Mediadakwah.id – Sudah satu tahun lamanya sejak pemerintah Republik Indonesia mengonfirmasi kasus Covid-19 pada 2 Maret 2020 yang lalu dengan dua kasus pertama yang diumumkan Presiden Joko Widodo. Semenjak itulah virus corona pun mulai menyebar ke berbagai sudut Indonesia dengan berbagai dampak buruk yang menyertainya terutama di sektor kesehatan dan ekonomi.

Sejak setahun lalu hingga saat ini jumlah masyarakat yang terinfeksi Covid-19, meninggal dunia karenanya, dan berhasil sembuh darinya terus bertambah. Begitu pula dengan jumlah usaha terutama yang bergerak di kelas mikro, kecil, dan menengah terus bertumbangan.

Berdasarkan survei Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) setidaknya ada 83 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada bulan April 2020 yang lalu yang berpotensi bangkrut. Akibatnya karena berbagai pembatasan di berbagai sektor yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 semakin meluas.

“Namun demikian pemerintah cukup sigap melakukan berbagai antisipasi dengan berbagai bantuan, kebijakan, dan stimulus yang cukup membantu UMKM,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo, dalam siaran pers Badang Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang diterima pada Selasa, 2 Maret 2021.

Eddy melanjutkan, situasi menjadi sedikit lebih melegakan bagi UMKM pada saat era adaptasi kebiasaan baru pada bulan Juli 2020. Para pelaku UMKM mulai bisa berusaha kembali meskipun belum sepenuhnya seperti sedia kala.

Kadin Indonesia pun mencatat hasil yang berbeda berdasarkan survei yang mereka lakukan pada pertengahan bulan Juli 2020. Menurut Tedy potensi bangkrut UMKM yang sebelumnya mencapai 83 persen berubah menjadi 43 persen setelah pemerintah menggelontorkan berbagai bantuan agar pelaku usaha bisa kembali beraktivitas.

“Kami berharap pemerintah juga memberikan bantuan Modal Usaha kepada UMKM,” kata Eddy.

Kemudian pada awal tahun 2021 Kadin Indonesia kembali melakukan survei pada bulan Januari 2021 yang hasilnya menunjukkan sebanyak 5,4 persen pelaku UMKM mengalami kebangkrutan, 35,6 persen UMKM berpotensi bangkrut, 38,9 persen UMKM mengalami penjualan yang menurun, dan 12,8 persen UMKM yang penghasilannya tidak berubah.

“Ada 4,7 persen UMKM yang penghasilannya meningkat mencapai 25 persen dan sebanyak 2,6 persen UMKM yang penjualannya meningkat di atas 25 persen,” ujar Eddy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here