Soal Bom Katedral Makassar, Fahri Hamzah Minta Jangan Kaitkan dengan Islam

Jakarta, Mediadakwah.id – Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di lingkungan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Ahad (28/3/2021) kemarin cukup mengguncang hati sebagian besar masyarakat Indonesia.

Sampai-sampai organisasi masyarakat seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan ormas keagamaan lainnya mengecam dan mengutuk keras peristiwa itu.

Tak ayal peristiwa kemarin Ahadpun kembali mengingatkan peristiwa terorisme yang dahulu sering terjadi di Indonesia. Bahkan cuitan tentang aksi terorisme ini bergaung cukup kencang di jagat media sosial.

Sayangnya, cuitan tentang terorisme di jagat media sosial malah disandingkan dengan agama Islam oleh beberapa orang. Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah dalam akun Facebook-nya mengatakan, jika memang pelakunya seorang Muslim maka dia adalah oknum.

“Ia hanya segelintir orang Islam yang tidak memahami agamanya dengan baik. Tidak perlu diprovokasi,” kata Fahri.

Fahri mengimbau kepada publik agar cukup sebut pelakunya teroris. Tidak usah tambah embel-embel yang lain. Lebih lanjut ia meminta kepada aparat agar tidak lagi menyebut mereka dengan menggunakan istilah bahasa Arab seperti jamaah, anshar, dan sebagainya.

Baginya, Hal ini penting demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa dan negara. Jangan sampai setitik benci menghancurkan bangunan besar kerukunan di Indonesia yang sudah lama diperjuangkan.

“Tapi kita, sebangsa, senegara, tak boleh goyah…tak boleh saling meragu sesama…karena lautan cinta takkan sirna oleh setitik benci. Semoga jemaat Kathedral Makasar diberi kesabaran. Semoga korban luka dan nyawa diselamatkan. Amin YRA,” pungkas Fahri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here