Sunah Setelah Isya: Tidak Ngobrol dan Begadang

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Mediadakwah.id – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kaum Muslim agar tidak tidur pada waktu Magrib atau sebelum kita menegakkan Salat Isya. Pasalnya hal ini akan menyebabkan kita kebablasan dan pada akhirnya tidak melaksanakan Salat Isya. Hal ini berdasarkan hadis Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam suka mengakhirkan Salat Isya dan tidak menyukai tidur sebelumnya serta berbincang-bincang setelahnya.

Meskipun demikian, dikutip umma dari buku ‘Amalan Sunah Sehari-hari Rasulullah’ karya Abdullah bin Hamud Al-Furaih disebutkan bahwa jika berbincang-bincang setelah Salat Isya dengan tujuan menuntut ilmu ata karena sesuatu pekerjaan demi kemaslahatan kaum Muslimin, atau karena urusan pekerjaan, atau bercakap-cakap dengan keluarga/tamu, dan sebagainya maka hal ini tidak mengapa.

Adapun dalil yang berkaitan dengan kebolehan berbincang-bincang setelah Salat Isya seperti di atas yaitu hadis dari Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berbincang-bincang dengan Abu Bakar mengenai suatu permasalahan kaum Muslimin, dan aku sedang bersama keduanya.” (Hadis Riwayat Ahmad nomor 178, Hadis Riwayat At-Tirmidzi nomor 169, dan sanadnya disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Ash-Shahihah halaman 2781)

Dalil yang kedua yaitu hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa, “Suatu malam aku menginap di rumah Maimunah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di sisinya. Hal itu agar aku bisa melihat bagaimana salatnya Rasulullah ketika malam. Maka Rasulullah berbincang-bincang bersama istrinya beberapa saat, kemudian beliau tidur.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari nomor 7452 dan Hadis Riwayat Muslim nomor 763)

Alasan makruhnya berbincang-bincang setelah Salat Isya (wallahu’alam) yaitu karena tidurnya akan terlambat, sehingga dikhawatirkan akan membuatnya terlewat Salat Subuh dari waktunya atau dari awal waktunya. Atau bisa juga karena dikhawatirkan akan terlewat Salat Tahajud bagi orang yang telah membiasakannya.

Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencela orang yang tidur sepanjang malam sampai waktu subuh dan tidak melaksanakan Salat Tahajud. Hal itu disebutkan dalam Shahihan dari Hadis Riwayat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata bahwa, “Suatu ketika ketika diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seorang laki-laki yang tidur semalaman hingga pagi. Maka beliau bersabda, ‘Itulah laki-laki yang dikencingi setan di kedua telinganya.'” (Hadis Riwayat Al-Bukhari nomor 1144 dan Hadis Riwayat Muslim 744)

Maksudnya adalah bahwa sebab dimakruhkannya berbincang-bincang setelah Salat Isya tanpa adanya kebutuhan, dikarenakan itu merupakan sebab terlewatnya Salat Malam bahkan mungkin Salat Subuh. Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu juga melarang umat Islam begadang dan dia menghukum orang karenanya. Dia berkata, “Apakah pantas begadang pada awal malam dan tidur pada akhir malam?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here