Undang-undang Jaminan Produk Halal Tantangan LPPOM MUI

Ketum MUI Kiai Haji Miftachul Akhyar. (Foto: MUI)

Jakarta, Mediadakwah.id – Undang-undang jaminan produk halal yang mendapatkan perhatian serius masyarakat harus mampu dilalui bersama baik bagi oleh pelaku usaha maupun Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar mengatakan, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dengan turunan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal merupakan tantangan yang harus disikapi dengan benar.

“Saya kira ini adalah tantangan, bagaimana kita bisa bertahan dalam melalui situasi semacam ini. Perlu diingat, keberhasilan dan kesuksesan seseorang atau sebuah lembaga tidak kurang akan diuji dengan rintangan dan tantangan,” ungkap Kiai Akhyar dikutip dari laman mui.or.id, Jumat 5 Maret 2021.

Dia melanjutkan, menjadi benteng umat Islam dari makanan-makanan yang syubhat apalagi haram adalah sebuah tugas yang mulia. Sebab dari situlah cikal bakal generasi-generasi rabbani akan lahir.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, “Setiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram, maka api neraka lebih utama baginya (lebih layak membakarnya).” (HR. At-Thabrani)

Dia menekankan, marwah dan kemuliaan MUI sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh LPPOM MUI. Karena itu, dalam situasi saat ini, hal yang bisa dilakukan adalah meningkatan kualitas sumber daya insane dan fasilitas yang dimiliki LPPOM MUI agar dapat terus bekerja secara optimal, utamanya para auditor halal.

“Selain itu, LPPOM MUI juga harus bisa bersinergi dan bekerjasama dengan beberapa lembaga yang juga berada di bawah MUI,” katanya.

Dalam bekerja, insan LPPOM MUI berpegang pada nilai IHSAN, yakni integritas, andal, sinergi, antusias berinovasi, dan nomorsatukan pelanggan. Nilai-nilai ini memiliki makna yang tinggi. Tak sekadar sebuah pekerjaan, melainkan amalan yang harus dikerjakan secara jujur dan amanah.

“LPPOM MUI adalah lembaga yang dipercaya MUI. Kami berharap, para insan LPPOM MUI dapat terus bersemangat dan mengoptimalkan kinerjanya. Ujung tombak LPPOM MUI berada pada seluruh insannya yang memiliki kesungguhan dan kemampuan yang diimplementasikan secara jujur dan amanah. Semoga Allah SWT akan melanggengkan kesuksesan dan keberhasilan LPPOM MUI,” ucap Kiai Akhyar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here